Taun baru 2017

Yuhuu.. sekian lama ga ngeblog eh tau tau udah 2017 aja. Gimana resolusi 2016 nya? Tercapai kah atau blom. Kalo resolusi ku kemarin masih banyak yang blom tercapai. 

O ya gimana taun baruan kalian kemarin. Liburan ke mana? atau ngumpul bareng keluarga saja.

Kalo aku pas tanggal 31 desember itu kebetulan masih kerja, karna banyak laporan tahunan yang mesti diberesin. Pulang kerja langsung beberes dan balik ke ibukota. Jalanan udah lumayan padat aja, jadi yang biasanya perlu 3 jam menuju ibukota, waktu tempuhnya jadi sekitar 4 jam-an naik motor.

Sampai di ibukota langsung masuk kamar hotel karna temen udah cekin duluan dari siangnya. Booking hotelnya juga rada mendadak karna jadwal liburan ke pulau Jawa atau Bali terpaksa dibatalkan. Tapi demi taun baruan bareng teman ya udah ceritanya staycation aja di hotel bintang ☆☆☆☆

Malamnya ikut gala dinner, tapi di hotel tempat teman bekerja. Karna di hotel yang kami inapin bujet gala dinnernya lumayan mahal, haha.


Puas makan dan nyemil hidangan, pas udah mau detik detik pergantian taun kami ke depan hotel buat main terompet dan liat pesta kembang api. Meriah dan seru banget walopun balik menuju hotel kami menginap harus rela macet macetan di jalan. Karna banyak pengalihan jalur.

Paginya santai santai di kamar trus rencana mo berenang tapi gagal. Kolamnya penuh anak anak kecil. Jadilah berenangnya ga jadi, tapi malah nyoba fasilitas berendam dan saunanya. Ya kapan lagi mumpung ada voucher gratisan hehe.


Jam 1an checkout dari hotel lanjut ke tempat pijat langganan – Kakiku. Karna pijat dan refleksi adalah awal yang indah untuk memulai tahun baru 2017. 

Selamat tahun baru 2017 dan selamat memulai resolusinya 😊😊

Tas bahu ataukah tas jinjing?

Assalamualaikum…

Lama banget ga nulis, terakhir bulan Februari. Maklum banyak kerjaan di kantor. Padahal udah kibar kibar bendera putih pas rapat perdana buat brenti jadi bendahara. Tapi big boss tetap minta, makanya bikin plan dan segala macamnya jadi perlu diurusin bener bener dulu.

Nah ini gada angin gada hujan pun saya tetiba pengen jahit menjahit. Padahal gada dasar sama sekali. Pernah belajar keterampilan cuman pas kelas 2 SMP. Itu pun sepintas lewat.

Tapi berbekal kemauan dan tekad yang keras — termasuk buka gugel dan ngeyutub tutorial bikin tas, jadi termotivasilah buat bikin.

Perjalanan pun dimulai dengan beli segala macam. Penggaris, meteran, gunting, alat jahit, segala jenis lem dan tentu kain.
Padahal pengen banget beli mesin jait portable yang merk Singer atau Brother. Tapi apalah daya belum ada tabungan buat beli itu. Lagian takutnya ini cuma hobi sekedar lewat atau angin anginan doang. You know lah, anak aquarius biasanya moodnya berubah ubah kayak powerangers, haha.

Singkatnya, beli kain trus bikin pola, potong dan jahit. Jahit manual doang. Pake tusuk tikam jejak biar rapet kayak jahitan mesin. Jangan tanya ribet dan pusingnya gimana. Ini bikin tasnya doang ngabisin waktu seharian. Sehari belum selese, dilanjutin dikit di pagi besoknya. Kemudian finishing dengan nempelin kain batik sisa ke badan tasnya. Hasilnya sih lumayan buat pemula dan otodidak gini. Eh tapi tali tasnya kependekan dong. Gak muat di bahu mama. Kalo gak muat di bahu berarti bukan tas bahu dong. Tapi tas jinjing 😂

Untungnya si mama suka. Tapi mama minta tambahin dikasih motif lagi biar tasnya tambah seru. Proyek selanjutnya mau bikin yang dari kain katun Jepang. Tapi di sini kayaknya nyari bahannya susah. Semoga terealisasi. Ga terdistraksi sama hobi baru lagi. Hahaha.

Ini penampakan tasnya. Simpel banget.

image

ACOMM dan Deadpool

Udah lama juga ga nulis. Maklum lagi sibuk sama kerjaan. Sekali pas pengen nulis malah males. Nulis review beberapa buku yang sudah dibaca pun malah ditunda mulu ☺

Senin kemarin kan gak kerja karna izin bikin SIM, padahal bikinnya dari hari Jumat loh, berhubung kata pak polisinya selesai Senin, ya sekalian aja izin ga masuk kerja. Ya abis kalo bela belain kerja yang ada ntar malah kena sial pas kebetulan ada razia. Maklum saja berhubung alamat KTP dan alamat kantor beda jarak 100 km lebih. Pengen juga bikin SIM di kota yang sealamat kantor. Tapi takutnya belum online, maklum namanya juga kota kecil.

Ehh ini malah curhat ya hehe. Mumpung libur ga ngantor makanya sehabis ambil SIM, langsung aja ke mall ibukota yang berjarak 40km dari rumah. Di sini udah biasa perjuangan mau nonton aja mesti berangkat jauh jauh. Jadi kadang suka ngiri kalo di Jakarta atau kota besar lainnya yang walaupun mall kecil udah ada bioskopnya. Dan murah pula. Masa di Jakarta aja masih ada tiket bioskop 20ribuan. Kalo di sini paling murah hari Senin itupun 40ribu ( iya, saya anaknya emang perhitungan 😆 )

Nih film yang saya tonton kemarin A Copy of My Mind trus Deadpool.

image

Bahas film A Copy of My Mind dulu, ya.
Kata orang orang di twitter sih filmnya bagus. Atau orang orang cuma pengen caper aja sama Joko Anwar sang sutradaranya, biar dirituit gitu hehe. Makanya bela belain nonton sendiri, maklum aja temen paling anti nonton film Indonesia, apalagi film film yang idealis atau anti mainstream. Sedih, karna film Siti ( juara di FFI ) gak masuk layar Banjarmasin.

Ini aja pas masuk studio cuma bertiga sama saya. Sampai film berakhir yang nonton cuma 12 orang.
Ceritanya lumayan menarik. Tentang pertemuan Sari ( Tara Basro ) yang merupakan pekerja salon kecantikan murah meriah di Yelo Salon dengan Alek ( Chico Jericho ) sang penerjemah dvd bajakan. Sari yang langganan beli dvd bajakan protes ke Alek karna dvd yang diterjemahin oleh Alek ngaco.

Singkat cerita Sari dan Alek berpacaran. Dan Sari kemudian pindah kerja ke salon yang lebih elit dan berkelas. Dalam masa magang, Sari ditugasi oleh manajernya untuk memberikan layanan facial ke ibu Mirna di penjara, tepatnya penjara dengan fasilitas mewah. Lengkap dengan televisi dan berbagai dvd. Sari kemudian mencuri salah satu dvd yang dimiliki oleh ibu Mirna. Nah dari sini mulai timbul masalah demi masalah. Detilnya gak perlu diceritain di sini. Ntar ditimpuk sama yang belum nonton. Hehe.

Yang jadi perhatian saya di sini adalah cara pengambilan gambarnya. Kadang kameranya terlihat goyang goyang, sudut sudut yang diambil pun kadang bergerak liar. Sengaja atau tidaknya saya gak tau, tapi lumayan bikin mata letih. Endingnya pun dibiarkan rada ngambang.
Menariknya adalah di sini kita akan melihat persetubuhan Sari dan Alek yang lumayan sering. Sensual. Nakal. Dan penuh keringat. Tara Basro sih sukses bikin saya ikut berkeringat.
Berkeringat saja gak cukup untuk bilang film ini bagus. Bagusnya karna ide cerita beda dengan film kebanyakan. Tapi setelah nonton rada nyesel juga. Sayang uangnya, karna tidak sebagus yang saya harapkan.

Apalagi kalo dibandingin dengan film Deadpool.
Wuihhh. Dari menit awal sampai ke menit terakhir menurut saya ini filmnya bagus bagus dan bagus banget.
Lucunya dapet banget. Tengilnya. Ceritanya. Semuanya komplit.
Dan saya bakalan bilang kalo Deadpool ini adalah film superhero paling favorit yang pernah dibikin Marvel.
Yang belum nonton bakalan rugi banget. Sumpah. Ini film sukses bikin saya dan penonton lain ikut bertepuk tangan saking gemesnya. Bad ass 😍

Review film bernuansa komunis – Senyap

image

Beberapa hari yang lalu saya akhirnya mendapatkan tautan resmi untuk mengunduh film Senyap karya Joshua Oppenheimer.

Beberapa waktu lalu juga sempat di pelbagai kota diadakan nonton bareng film ini, namun terpaksa harus dibubarkan oleh beberapa oknum atau organisasi massa yang tidak setuju film ini diputar.

Film ini bercerita tentang Adi, seorang oftometri yang menawarkan bantuan untuk memeriksa mata dan memberi kacamata gratis ke pada orang orang yang dianggapnya bertanggungjawab atas matinya kakaknya Ramli.
Kakaknya ini dibunuh dengan sadis sewaktu terjadi pemberontakan PKI pada tahun 1965.

Film ini sejenis film dokumenter atau mungkin semi dokumenter. Karna di beberapa bagian ada beberapa dialog yang sepertinya sudah dilatih, bukan tercetus pada saat itu juga. Atau memang film dokumenter harusnya seperti ini, kah?

Di film ini, Adi (sesuai arahan sutradara) terasa seperti menghakimi para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan kakaknya. Padahal di film ini tidak secara jelas kenapa kakaknya ini sampai ikut ditahan dan dibunuh. Apakah dia ikut organisasi pemberontak atau bukan?

Saya tidak akan membahas isi dari film ini terlalu banyak, tapi saya rasa sang sutradara (Joshua) terlalu ambisius. Sebelum film ini, terlebih dahulu ada Jagal yang merupakan karya Joshua juga.

Dari beberapa sumber yang saya baca termasuk wawancara Joshua dengan majalah Gatra, pemeran utama Jagal akan dijanjikan dibikinkan film tentang kisah ‘heroik’ tentang keberhasilan mereka dalam menumpas para komunis dan antek anteknya. Namun sampai pemutaran film Jagal, janji yang ada tidak ditepati. Karna kisah heroik namun bertentangan dengan HAM tidak dapat dibenarkan oleh sang sutradara.
Bahkan, pemain di film Jagal tidak diikutsertakan dalam pemutaran perdana film ini.

Dari sini saja sudah ada motif yang kurang bagus dari Joshua. Bukankah seharusnya film dokumenter itu jujur. Motif pembuatan film ini pun menjadi bias. Bukannya merekonsiliasi antara korban PKI dengan para penumpasnya, tetapi malah membuka luka lama menjadi semakin pedih.

Senyap menjadi kehilangan kendali. Yang ada hanya tuntutan dari Adi agar para pembunuh mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf.
Jujur saya juga ingin agar sejarah kelam di masa lalu bisa terbuka, bisa diketahui siapa dalang dari peristiwa pembunuhan dan kekerasan massal ke pada sejumlah orang yang dituduh komunis. Namun harus dengan cara yang jujur, berimbang dan tidak condong sebelah.

Meluruskan sejarah perlu waktu. Meluruskan sejarah perlu data dan detail yang lurus.
Bukan klaim sepihak bahkan masih mentah seperti yang ditampilkan di film ini.

Star Wars — secuil cerita

Mungkin kalo ada pertanyaan tentang apa beda star wars dan star trek, saya gak akan bisa jawab. Lah ini aja baru kemarin nonton film Star Wars eps.7 The Force Awakens.

Jadi sebelum sebelumnya memang belum pernah nonton serial ini 🙂 Nanti kapan kapan nyari filmnya yang dari episod satu sampe ke enam. Dan katanya nontonnya dari episod 4 5 6 dulu baru episod 1 2 dan 3 nya. Bener gak sih kayak gitu?

Walopun saya gak ngikutin serial film ini tapi saya terhibur kok. Walau rada bingung di awal dengan nama nama karakter di film ini. Jadi gak perlu nonton dari episod 1 juga bakalan ngerti lah dikit dikit isi ceritanya. Dikit tapiiiii, hehe.

Trus yang bikin gondok, itu kenapa aktor Indonesia– Iko uwais, dkk munculnya bentaran banget. 1 atau 2 menitan doang. Padahal sih kalo gak ada adegan kemunculan mereka juga gak begitu penting. Habisnya masa mereka dimakan monster gitu. Apa karna buat promosi film ini aja biar tambah heboh makanya ada cast dari Indonesianya. Secara penonton sini kan banyaknya minta ampun. Ya kalo mau heboh sih kenapa gak ngajakin Aliando dan Prilly dari sinetron GGS aja sih?

Tapi terlepas dari itu semua, ceritanya asik, adegan berantem pake lightsabernya oke, drama antara Han Solo dan anaknya juga oke. Walo ujungnya ngehek.
Eh tapi di cast ada nama pemeran si Lupita nyong’O. Nah temen temen ada yang liat gak di film dia bermain sebagai apa? Soalnya kayaknya saya gak ada liat, atau memang saya kelewat ya?

Liburan gratis ke New Zealand

Nih info buat yang mau liburan bareng keluarga selama seminggu ke New Zealand, gratisssss.

image
Link situsnya liat di capture-an

Syarat dan ketentuan liat di web langsung ya. Semoga saja kalian beruntung. Kalau saya kayaknya cuma penonton saja. Maklum ga punya banyak follower 😆
Pemenang ditentukan dari jumlah like dari postingan yang di share ke media sosial.

image

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Indonesiaku tercinta yang ke 70.

Terlepas dengan segala keterpurukan ekonomi saat ini– harga daging sapi dan ayam masih tinggi, rupiah semakin melemah, semoga Indonesia bisa menjadi negara yang maju, kuat, makmur dan seluruh rakyatnya sejahtera.

Semoga pemimpin negeri ini diberi kesehatan, kekuatan dan kemampuan untuk memberantas segala korupsi, kolusi dan nepotisme.
Semoga pemimpin negeri ini bisa lebih menghargai para pejuang kemerdekaan dan para veteran dengan memberikan mereka uang pensiun dan tempat tinggal yang layak untuk mereka.

Semoga Indonesia menjadi negara berdikari dan menjadi negara yang disegani oleh negara negara lain.
Merdeka tanah airku, merdeka bangsaku.

image

Mencoba Mie Bancir dari Chef Agus

Kalau kalian pernah nonton acara Master Chef Indonesia sesi pertama, pasti kenal dengan Chef Agus. Di sana dia menjadi juara kedua. Saat itu yang menjadi juara pertama adalah Lucky.
Chef Agus ini termasuk orang yang semakin mempopulerkan kain khas Banjar, yaitu Sasirangan.
Di setiap kemunculannya di acara master chef dia selalu memakai baju sasirangan. Oleh sebab itu dia lebih dikenal dengan Chef Agus Sasirangan.

Nah, malam Senin tadi saya berkesempatan makan di rumah makan Mie Bancir Khas Banjar Agus Sasirangan yang baru-baru saja dibuka di sini. Ini merupakan cabang dari rumah makan yang ada di Banjarmasin.

Bangunannya terdiri dari 2 lantai, saya gak sempat memfoto bagian luarnya. Tapi suasana di dalam terasa hangat dan minimalis. Beberapa pajangan peralatan masak dan wadah bumbu dapur ditempatkan di dinding atas, tepat di samping meja makan.

image

image

Selain itu ada mini pantry atau dapur bersih tempat pelayan membikin minuman.
      

image

 
Berhubung sudah lama pengin ke sini makanya langsung memesan menu favorit yaitu Mie Bancir Ayam Kampung. Porsinya pun lumayan besar.

image
Mie bancir ayam kampung. IDR 26K

     
Dari menu yang saya baca ada mie bancir dengan lebih dari 10 variasi topping.
Harganya lumayan terjangkau dari 16ribuan saja.

image
Sumber: instagram chef Agus

Berhubung saya sudah terlebih dulu buka puasa di rumah, makanya cuma memesan 1 porsi dan kebetulan teman saya pun memesan menu yang sama. Lain kali pasti mencoba mie bancir dengan topping yang berbeda.

O, iya. Kalau mau buka puasa bersama di sini harus order tempat dulu ya. Takutnya kehabisan tempat duduk.

Maraton

Jadi minggu lalu tepatnya 28 Juni saya dan teman akhirnya nonton Jurassic World juga.
Gimana tanggapan saya?
Sumpah ini film keren banget, jadi pengin jalan jalan dan bertualang di Isla Nuslar juga, haha. Rugi banget kalo kemarin gak nonton.

Trus, setengah jam setelah film Jurassic World selesai, kami pun melanjutkan nonton Terminator Genisys. Film ini pun seru, menegangkan sekaligus bikin bingung juga. Kebolak balik, maju mundur tapi asik 😀

image

Jarang jarang banget maraton nonton gini, tapi terasa sayang sudah menempuh jarak 30km dari rumah kalau cuma nonton satu film, apalagi di bulan puasa gini. Suka males kalo pergi ke sini. Yah sekalian aja sambil nunggu beduk magrib dan buka bersama teman.

image