Pengalaman menginap di Airy Rooms

Liburan ke Malang bulan Februari 2017 kemarin saya berkesempatan menginap di Airy Rooms. Tepatnya yg berlokasi di pasar besar Klojen, Malang.

Pertama kali tau airy rooms ini sewaktu nyari-nyari hotel budget di traveloka. Dan nemulah airy rooms ini. Airy rooms merupakan Accomodation Network Orchestrator (ANO) yang bermitra dengan berbagai hotel budget terbaik di seluruh Indonesia, dengan komitmen mengimplementasikan standar yang sama untuk kamar yang mendapat label Airy Rooms. Jaminan kenyamanan di airy rooms diantaranya tempat tidur bersih, wifi gratis, tv layar datar, AC, air hangat, perlengkapan mandi dan air minum gratis.

Saya pesan kamar airy rooms ini dari aplikasinya langsung yang bisa diunduh di playstore. Karena pemesanan lewat aplikasinya kemarin ada promo diskon 30% yang lebih murah dibanding pesan melalui traveloka.

Airy rooms yang saya inapi ini bekerja sama dengan Lily Guesthouse. Jadi di depan guesthouse ini ada plang airy rooms berwarna biru muda. Begitupun di meja depan resepsionis.

Kesan pertama saat masuk kamar adalah nuansanya yang biru muda khas airy. Kamarnya bersih, ranjang double bed-nya lumayan besar, ac dingin, ada hot water di kamar mandi jadi ga bakal kedinginan kalo pengen mandi malam atau pagi pagi buta. Dalam kamar mandi terdapat pouch mandi khas airy yang berisikan sikat gigi, sabun mandi, shampoo dan sisir. Pouch dan isinya tentunya bisa dibawa pulang dong 😀😀

Channel tv lumayan terbatas tapi wifi-nya kenceng banget. Sarapan gak dapet namun dispenser air panas lengkap dengan gula, teh atau kopi tersedia di lorong kamar di tiap lantainya. Dan sepertinya guesthouse ini memang ga nyediain sarapan. Untuk harga per malam 175 ribu (belum diskon 30%) menurut saya sebanding dengan fasilitas yang ditawarkan.
Selain itu airy rooms menyediakan sunrise meal yang berisi air mineral dan snack. Mupeng banget sama kotak sunrise meal-nya, sayangnya sih kotaknya ga boleh dibawa pulang, hehehe.

Saya menginap di sini selama 2 hari 3 malam. Karna guesthouse ini bagus dan lumayan deket dengan pusat kota kayak alun alun Malang ditambah resepsionisnya yang ramah, maka saya memutuskan nambah sehari lagi nginap di Lily guesthouse. Tapi bukan di kamar airy rooms.Karna kamar airy rooms udah full booking 😊 

Apakah saya bakalan nginap di airy rooms lagi? Kemungkinan besar iya, apalagi saat ini mereka sering adain promo murah. Bahkan awal maret kemarin mereka ada diskon 50% harga kamar. Dan tentunya airy rooms ini tersebar ke hampir semua kota kota di Indonesia. Di kota saya aja pas ngecek ternyata ada 7 atau 8 airy rooms dan kemungkinan bakal nambah. Jadi yang budgetnya tipis kayak saya, lumayan banget buat dapat kamar bagus dan dengan jaminan kenyamanan seperti di hotel berbintang.

Beasiswa Tugas Belajar? Susah gak, sih!

Hallo semua, ada gak yang dulu sekolah atau kuliahnya dibiayai yayasan, institusi ataupun pemerintah baik daerah, provinsi atau pusat. 

Kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengajuan tugas belajar untuk kuliah alih jenis ke jenjang S 1. Waktu saya mendaftar tes pegawai negeri sipil (PNS) dulu saya lulusan D 3 keperawatan. Jadi cerita saya ini tepatnya untuk yang berstatus PNS khususnya yang berada di lingkup kesehatan. 

Sebenarnya sudah lama saya pengen ngelanjutin kuliah tapi terkendala dana dan terutama kesibukan saya sebagai bendahara. Jadi termasuk telat juga kalo mengajukan usulan untuk kuliah di usia yang sudah tidak muda lagi, hehe.

Tiap tahun sebenarnya Kementrian Kesehatan RI melalui Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan membuka penerimaan calon peserta tugas belajar yang akan dibiayai dengan sumber DIPA Kemenkes RI. Nah baru pada tahun ini saya mencoba peruntungan untuk mengajukan permohonan tugas belajar. Tugas belajar ini ada dua tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi dan seleksi akademik dari kampus pilihan kita. Tahapannya bisa dilihat di bawah ini:

Proses pengajuan usulan tugas belajar ini melalui proses berjenjang dan lumayan rumit. Apalagi saya baru baca infonya tanggal 26 Desember 2016 sedangkan terakhir pendaftaran online itu tanggal 5 Januari 2017. Setelah membaca surat edaran dari Kemenkes RI, surat edarannya bisa diunduh dari sini, saya langsung ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Hulu Sungai Selatan untuk berkonsultasi dengan bagian kepegawaian. Dari Dinkes kemudian saya diarahkan untuk ke kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) untuk bertanya lebih lanjut berkas berkas apa saja yang diperlukan. Ternyata ada 11 berkas yang harus saya siapkan demi mendapatkan selembar surat rekomendasi dari Kepala BKD dan Bupati. Surat rekomendasi ini merupakan salah satu syarat untuk mendaftar online. Di bawah ini persyaratan tugas belajar dan izin belajar dari BKD Kab. Hulu Sungai Selatan:

Keesokan harinya saya secara bertahap membikin berbagai surat rekomendasi dari pimpinan instansi tempat saya bekerja, surat rekomendasi ini harus disetujui oleh Kepala Dinkes. Setelah rekomendasi ini disetujui, bagian kepegawaian di Dinkes membuatkan surat pengantar dan rekomendasi yang ditujukan ke pada Kepala BKD. Rekomendasi ini kemudian dilampirkan bersama sama 10 berkas lainnya yang diperlukan dalam satu map. Setelah berkas lengkap barulah pihak BKD akan membikinkan surat rekomendasi dari Kepala BKD dan Bupati. Terlihat simpel tapi pengurusan ini memakan waktu yang lumayan, tapi untunglah pendaftaran online di web Kemenkes RI diperpanjang sampai tanggal 15 Januari 2017. Usulan saya sempat ditunda karena kalau saya melanjutkan kuliah dan lulus, siapa yang bakal mengganti posisi saya sebagai tenaga paramedis merangkap bendahara. Padahal setiap PNS yang mau sekolah atau kuliah itu kan hak kita. Masa harus kami yang mikir, huhu. Sempat pengen menyerah namun akhirnya usulan saya disetujui pimpinan dan kepala Dinkes.

Setelah rekomendasi dari kepala BKD didapatkan beberapa hari kemudian saya ke rumah sakit untuk membikin surat keterangan sehat dan surat keterangan bebas narkoba. Dua surat keterangan ini bersama berkas lain yang diminta sesuai edaran kemudian dijilid rapi sebanyak 2 rangkap dan dikirimkan ke panitia seleksi unit utama di Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan.

Sampai di sini berkas kemudian akan diseleksi secara berjenjang sesuai jadwal dan hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada bulan Maret 2017. Terakhir saya mengecek web tubel Kemenkes RI ada 2400 lebih pelamar yang sudah melengkapi data dan mendaftar online. 

Setelah seleksi administrasi selesai dan dinyatakan lulus, saya akan mendaftar di kampus tujuan yaitu Universitas Brawijaya, Malang dan mengikuti seleksi akademik dan wawancara di sana. Doakan saya, ya teman teman. Agar saya lulus seleksi administrasi dan lulus seleksi akademik, sehingga impian dan perjuangan saya  melanjutkan kuliah pada tahun ini dengan biaya dari DIPA Kemenkes RI akan terkabulkan dan terlaksana. Aamiin. 

Odontektomi yang kedua

Assalamualaikum, 

Kali ini mau ngelanjutin cerita tentang odontektomi lagi. Bagi yang belum baca cerita pertama bisa dilihat di  halaman ini

Setelah nunggu beberapa bulan, pada Desember 2016 saya memutuskan untuk konsul ke dokter gigi lain di Banjarbaru. Tepatnya ke klinik drg. Alexander Sitepu. Kenapa ke sini karna saya pernah baca di salah satu blog orang kalo odontektomi di drg Alex ini tidak sakit, prosesnya pun cepat. Setelah konsul saya dijadwalkan untuk operasi pada tanggal 24 Desember. Namun sehari sebelum jadwal, saya minta ditunda soalnya masih kerja dan belum balik ke Banjarbaru.

Karna kesibukan dan mesti ngerjakan laporan akhir tahun, saya mulai melupakan untuk operasi. Namun sekitar tanggal 15 Januari 2017 gigi saya sakit minta ampun. Sudah beli obat penahan nyeri- Cataflam dan Cataflam fast tapi nyerinya cuma hilang sebentar. Keesokannya tetap sakit lagi. Akhirnya saya menjadwalkan untuk odontektomi pada tanggal 21 Januari 2017.

Tanggal 21 Januari tepat jam 3 sore saya sudah sampai klinik dan ternyata dapat antrian ke empat. Lumayan lah nunggu hampir 1 jam baru masuk ke ruangan.

Dalam ruangan, drg Alex menjelaskan tentang prosedur operasinya dengan detil. Setelah itu saya diminta menandatangani surat persetujuan dilakukan tindakan operasi, istilahnya sih lembar inform consent.

Saya kemudian duduk di kursi periksa dan ditanyai apakah pernah ada alergi obat atau makanan laut yang saya jawab sepertinya pernah alergi obat golongan antibiotik jenis tertentu. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dokter kemudian menyuntikkan sebagian obat ke tangan saya dan ditunggu selama 3 menit (skin test). Kalau tangan saya berbintik bintik merah ataupun merasa gatal maka kemungkinan suntik bius atau anestesinya akan diganti. Setelah tidak ada tanda alergi, saya disuruh membuka mulut secara lebar tapi jangan terlalu kaku. Bagian yang akan disuntik kemudian disterilkan dengan kapas yang diberi obat merah kemudian gusi dan sekitar gigi yang akan dicabut diberi suntikan anestesi sebanyak 2 atau 3 titik lokasi berbeda.

Anestesinya didiamkan selama 7 sampai 10 menit, dan setelah mulut dan lidah saya terasa kebas dimulailah proses pembelahan gusi. Setelah gusi dibelah, dokter menggunakan bur besar lalu bur kecil secara bergantian. Anehnya darah yang keluar dan disedot dari selang suction tidak terlalu banyak. Bahkan mulut saya tidak terasa penuh. Dari bur kecil kemudian dokter menggunakan bend untuk mulai mengungkit gigi. Karna masih keras kembali dilakukan pengeboran. Setelah dirasa cukup kemudian dokternya bilang kalau giginya akan dicoba ditarik pakai tang. Mungkin akan sedikit terasa tapi tidak sakit. Dan benar saja setelah digoyang kiri dan kanan akhirnya si gigi bungsu keluar juga. Alhamdulillah…

Setelah itu gusi saya mendapatkan 3 jahitan dan disuruh untuk menggigit tampon selama sejam. Selain itu saya diberi kertas petunjuk paska operasi gigi. Saya sangat bersyukur odontektomi di drg Alex ini sangat mudah dan tidak terasa sakit. Prosesnya pun cuma 20 menitan dari awal saya masuk ruangan sampai bayar di kasir. Sedihnya biayanya lumayan mahal walaupun saya sudah diberi tahu rincian biaya pas konsul pertama kali. Maklum saja klinik gigi pa Alex tidak mengcover pembiayaan dengan BPJS hehe. O iya, untuk lepas jahitan dijadwalkan seminggu lagi atau ketika lukanya sudah mengering. Doakan bekas operasi saya tidak ada masalah, ya. Dan gigi saya tidak akan sakit lagi.

Nih rincian biaya odontektomi saya:           Konsultasi awal: 100 ribu                               Biaya Odontektomi: 2 juta                             Resep obat: 326 ribu

Jadi buat teman teman yang gigi bungsunya bermasalah dan perlu dilakukan odontektomi tak perlu takut, ya. Intinya kita mesti pinter pinter nyari info dan rekomendasi dokter gigi yang berpengalaman. Kalau perlu nyabutnya di  dokter gigi spesialis bedah mulut.

Saya yang pernah trauma aja akhirnya berani odontektomi. Masa kalian gak 😊

Trauma Operasi Gigi Geraham Bungsu (Odontektomi)

Halo semua, kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengalaman saya dalam menjalani operasi gigi geraham bungsu atau odontektomi di bulan September 2016 yang lalu.

Odontektomi menurut Archer adalah pengambilan gigi dengan prosedur bedah dengan pengangkatan mukoperiosteal flap dan membuang tulang yang ada di atas gigi dan juga tulang di sekitar akar bukal dengan chisel, bur atau rongeurs.

Untuk penjelasan lebih mendalam bisa diliat di sini

Kenapa sih gigi saya perlu dicabut dengan pembedahan? Karena eh karena gigi bungsu bawah saya dua duanya dalam posisi miring dan masih tertutup gusi (impaksi ). Jadi gigi saya itu cuma terlihat sedikit saja. Karena posisinya yang miring itu sisa sisa makanan yang tidak terjangkau oleh sikat gigi kemudian menimbulkan lubang yang tak terlihat.

Sebenarnya tumbuhnya gigi bungsu itu saja sudah bikin sakit apalagi ditambah dengan adanya lubang. Sakitnya itu luar biasa ditambah dengan demam dan kadang bengkak di leher. Maklum saja di gigi kita ini kan banyak syaraf syaraf kecilnya. Walaupun sudah meminum obat penahan nyeri dan antibiotik, namun nyerinya kadang hilang timbul bahkan bisa berhari hari. Karena sudah tidak tahan lagi dengan nyeri yang diderita akhirnya saya memutuskan konsul ke dokter gigi keluarga yang dikover BPJS. 

Waktu itu saya konsul dengan drg Emma Siregar, Sp.Perio dan setelah diperiksa saya dirujuk ke RSU Hassan Basry, Kandangan untuk melakukan foto rontgen panoramic untuk melihat bagaimana kondisi gigi saya secara utuh.

Besoknya ( 8 September 2016 ) saya langsung ke rumah sakit, setelah mengurus berkas berkas BPJS yang diperlukan dan lumayan antri, langsung menuju poli gigi. Di sana diberi pengantar untuk melakukan foto di bagian radiologi. Dan ini hasil foto panoramic gigi saya: 

Tampak kiri dan kanan gigi geraham bungsu saya tumbuhnya miring. Tapi yang bermasalah dan sering sakit adalah yang sebelah kiri.

Dari hasil foto tersebut kemudian saya dijadwalkan untuk odontektomi seminggu kemudian pada tanggal 14 September 2016.

Nah prosedur odontektomi inilah yang mau saya bahas. Mula mula gusi dan sekitar gigi yang mau dicabut disuntik anestesi lokal terlebih dahulu. Rasanya seperti digigit semut, sekitar 5 sampai 7 menit gusi dan lidah dan bagian pipi saya terasa kebas. Setelah itu drg Emma melakukan penyayatan di gusi yang menutupi gigi saya. Kemudian dilakukan pengeboran dengan menggunakan bur besar dan kecil. Jangan tanya bagaimana perasaan saya saat itu soalnya saya gugup banget melihat alat alat keluar masuk mulut saya. Ditambah dengan alat suction penyedot darah dan liur. Mulut saya terasa penuh darah. Setelah di bur sekian lama kemudian dokter mulai mencoba mencabutnya pakai tang. Tapi sia sia. Giginya tidak bergeming sedikitpun. Bur dilanjutkan lagi. Digoyang kiri dan kanan diutak atik dan coba lagi dicabut pakai tang, tapi tetap saja tidak berhasil. Pyuhhh. Saya tambah panik dan keluar keringat dingin. Gigi saya sudah terasa linu. Kepala saya sudah merasa sakit. Apalagi rahang saya yang menganga sekian lama. Oleh dokter kemudian ditambah lagi anestesinya. Diutak atik dan di bur lagi sekian lama. Tapi si gigi yang bandel belum ada tanda tanda mau tercabut. Akhirnya saya nyerah, melambaikan tangan dan bendera putih ke kamera eh ke dokternya karena badan saya sudah panas dingin. Gigi saya linunya minta ampun dan kepala saya juga tambah sakit. Saya liat jam tangan, sudah 1 jam tapi belum berhasil. Dokternya sebenarnya rada ngotot mau dilanjutkan karena sayang sudah sampai ke proses ini. Kata beliau perlu nunggu waktu berbulan bulan lagi sampai lukanya sembuh dan bisa dicabut lagi. Tapi saya juga  berkeras untuk menyerah dan minta operasinya dihentikan, maka dokter kemudian menjahit gusi saya sebanyak 3 jahitan.Dilanjutkan dengan menggigit tampon untuk menghentikan pendarahan.

 Setelah diresepkan obat minum dan obat kumur saya minta dijadwalkan untuk dirujuk ke dokter gigi spesialis bedah mulut saja agar odontektominya nanti bisa dibius total. Karena teman yang pernah odontektomi dengan dokter gigi spesialis bedah mulut di sini tindakannya dengan bius total tidak bius lokal. Penderitaan saya tidak berhenti sampai di sini karena penebusan resep di apotik rumah sakit lama sekali karena banyak pasien lain yang sudah antri terlebih dahulu. Hampir 2 jam menunggu akhirnya obat saya diserahkan. Setelah itu saya langsung pulang ke rumah, minum obat dan istirahat.

Besoknya saya ke rumah sakit lagi untuk konsul ke drg Irham Taufiqurrahman, Sp.BM. Sebelumnya ke loket BPJS dulu untuk minta jaminan konsul ke poli gigi. Di sini terjadi perdebatan yang lumayan lama karena pihak BPJS gak mau menerima berkas saya karena kemarin sudah ada tindakan operasi dan penebusan resep dll.Saya bilang kalau memang konsul saya hari ini tidak dikover BPJS maka saya akan konsul dengan biaya pribadi. Akhirnya mereka berunding dan pengantar untuk ke poli gigi berhasil saya dapatkan.

Alasan saya untuk konsul ke drg Irham pada hari ini karena beliau adalah dokter gigi spesialis bedah mulut yang jadwalnya hanya 2 kali dalam sebulan. Yaitu di hari Kamis minggu pertama dan minggu ketiga saja. Dan dari info yang saya dapatkan (mohon koreksi kalo info ini salah) beliau adalah satu satunya dokter spesialis bedah mulut di Kalimantan Selatan. Jadi jadwal beliau menyebar di beberapa rumah sakit di kota kota lain.

Sekitar jam 11 pagi akhirnya saya bisa konsul dengan beliau. Beliau bertanya tentang operasi kemarin dan menjelaskan panjang lebar tentang resiko odontektomi, apalagi dengan bius total. Saya juga menjelaskan kalau saya trauma dengan operasi yang tidak lancar kemarin. O iya beliau tidak mau melakukan odontektomi di poli gigi ini karena menurutnya tempatnya kurang nyaman dan lain lain dan sebagainya. Setelah konsul, gigi saya kemarin diperiksa dan dilakukan prosedur irigasi karena ada bengkak dan untuk menghindari adanya infeksi. Kemudian saya dijadwalkan untuk odontektomi dengan pembiusan total di kamar operasi 3 bulan lagi, pada tanggal 19 Januari 2017. Daftar tunggu yang lumayan panjang ya, hahaha. 

Bagaimana dengan kelanjutan cerita odontektomi saya? Akan saya tulis pada postingan selanjutnya, ya.

Taun baru 2017

Yuhuu.. sekian lama ga ngeblog eh tau tau udah 2017 aja. Gimana resolusi 2016 nya? Tercapai kah atau blom. Kalo resolusi ku kemarin masih banyak yang blom tercapai. 

O ya gimana taun baruan kalian kemarin. Liburan ke mana? atau ngumpul bareng keluarga saja.

Kalo aku pas tanggal 31 desember itu kebetulan masih kerja, karna banyak laporan tahunan yang mesti diberesin. Pulang kerja langsung beberes dan balik ke ibukota. Jalanan udah lumayan padat aja, jadi yang biasanya perlu 3 jam menuju ibukota, waktu tempuhnya jadi sekitar 4 jam-an naik motor.

Sampai di ibukota langsung masuk kamar hotel karna temen udah cekin duluan dari siangnya. Booking hotelnya juga rada mendadak karna jadwal liburan ke pulau Jawa atau Bali terpaksa dibatalkan. Tapi demi taun baruan bareng teman ya udah ceritanya staycation aja di hotel bintang ☆☆☆☆

Malamnya ikut gala dinner, tapi di hotel tempat teman bekerja. Karna di hotel yang kami inapin bujet gala dinnernya lumayan mahal, haha.


Puas makan dan nyemil hidangan, pas udah mau detik detik pergantian taun kami ke depan hotel buat main terompet dan liat pesta kembang api. Meriah dan seru banget walopun balik menuju hotel kami menginap harus rela macet macetan di jalan. Karna banyak pengalihan jalur.

Paginya santai santai di kamar trus rencana mo berenang tapi gagal. Kolamnya penuh anak anak kecil. Jadilah berenangnya ga jadi, tapi malah nyoba fasilitas berendam dan saunanya. Ya kapan lagi mumpung ada voucher gratisan hehe.


Jam 1an checkout dari hotel lanjut ke tempat pijat langganan – Kakiku. Karna pijat dan refleksi adalah awal yang indah untuk memulai tahun baru 2017. 

Selamat tahun baru 2017 dan selamat memulai resolusinya 😊😊

Tas bahu ataukah tas jinjing?

Assalamualaikum…

Lama banget ga nulis, terakhir bulan Februari. Maklum banyak kerjaan di kantor. Padahal udah kibar kibar bendera putih pas rapat perdana buat brenti jadi bendahara. Tapi big boss tetap minta, makanya bikin plan dan segala macamnya jadi perlu diurusin bener bener dulu.

Nah ini gada angin gada hujan pun saya tetiba pengen jahit menjahit. Padahal gada dasar sama sekali. Pernah belajar keterampilan cuman pas kelas 2 SMP. Itu pun sepintas lewat.

Tapi berbekal kemauan dan tekad yang keras — termasuk buka gugel dan ngeyutub tutorial bikin tas, jadi termotivasilah buat bikin.

Perjalanan pun dimulai dengan beli segala macam. Penggaris, meteran, gunting, alat jahit, segala jenis lem dan tentu kain.
Padahal pengen banget beli mesin jait portable yang merk Singer atau Brother. Tapi apalah daya belum ada tabungan buat beli itu. Lagian takutnya ini cuma hobi sekedar lewat atau angin anginan doang. You know lah, anak aquarius biasanya moodnya berubah ubah kayak powerangers, haha.

Singkatnya, beli kain trus bikin pola, potong dan jahit. Jahit manual doang. Pake tusuk tikam jejak biar rapet kayak jahitan mesin. Jangan tanya ribet dan pusingnya gimana. Ini bikin tasnya doang ngabisin waktu seharian. Sehari belum selese, dilanjutin dikit di pagi besoknya. Kemudian finishing dengan nempelin kain batik sisa ke badan tasnya. Hasilnya sih lumayan buat pemula dan otodidak gini. Eh tapi tali tasnya kependekan dong. Gak muat di bahu mama. Kalo gak muat di bahu berarti bukan tas bahu dong. Tapi tas jinjing 😂

Untungnya si mama suka. Tapi mama minta tambahin dikasih motif lagi biar tasnya tambah seru. Proyek selanjutnya mau bikin yang dari kain katun Jepang. Tapi di sini kayaknya nyari bahannya susah. Semoga terealisasi. Ga terdistraksi sama hobi baru lagi. Hahaha.

Ini penampakan tasnya. Simpel banget.

image

ACOMM dan Deadpool

Udah lama juga ga nulis. Maklum lagi sibuk sama kerjaan. Sekali pas pengen nulis malah males. Nulis review beberapa buku yang sudah dibaca pun malah ditunda mulu ☺

Senin kemarin kan gak kerja karna izin bikin SIM, padahal bikinnya dari hari Jumat loh, berhubung kata pak polisinya selesai Senin, ya sekalian aja izin ga masuk kerja. Ya abis kalo bela belain kerja yang ada ntar malah kena sial pas kebetulan ada razia. Maklum saja berhubung alamat KTP dan alamat kantor beda jarak 100 km lebih. Pengen juga bikin SIM di kota yang sealamat kantor. Tapi takutnya belum online, maklum namanya juga kota kecil.

Ehh ini malah curhat ya hehe. Mumpung libur ga ngantor makanya sehabis ambil SIM, langsung aja ke mall ibukota yang berjarak 40km dari rumah. Di sini udah biasa perjuangan mau nonton aja mesti berangkat jauh jauh. Jadi kadang suka ngiri kalo di Jakarta atau kota besar lainnya yang walaupun mall kecil udah ada bioskopnya. Dan murah pula. Masa di Jakarta aja masih ada tiket bioskop 20ribuan. Kalo di sini paling murah hari Senin itupun 40ribu ( iya, saya anaknya emang perhitungan 😆 )

Nih film yang saya tonton kemarin A Copy of My Mind trus Deadpool.

image

Bahas film A Copy of My Mind dulu, ya.
Kata orang orang di twitter sih filmnya bagus. Atau orang orang cuma pengen caper aja sama Joko Anwar sang sutradaranya, biar dirituit gitu hehe. Makanya bela belain nonton sendiri, maklum aja temen paling anti nonton film Indonesia, apalagi film film yang idealis atau anti mainstream. Sedih, karna film Siti ( juara di FFI ) gak masuk layar Banjarmasin.

Ini aja pas masuk studio cuma bertiga sama saya. Sampai film berakhir yang nonton cuma 12 orang.
Ceritanya lumayan menarik. Tentang pertemuan Sari ( Tara Basro ) yang merupakan pekerja salon kecantikan murah meriah di Yelo Salon dengan Alek ( Chico Jericho ) sang penerjemah dvd bajakan. Sari yang langganan beli dvd bajakan protes ke Alek karna dvd yang diterjemahin oleh Alek ngaco.

Singkat cerita Sari dan Alek berpacaran. Dan Sari kemudian pindah kerja ke salon yang lebih elit dan berkelas. Dalam masa magang, Sari ditugasi oleh manajernya untuk memberikan layanan facial ke ibu Mirna di penjara, tepatnya penjara dengan fasilitas mewah. Lengkap dengan televisi dan berbagai dvd. Sari kemudian mencuri salah satu dvd yang dimiliki oleh ibu Mirna. Nah dari sini mulai timbul masalah demi masalah. Detilnya gak perlu diceritain di sini. Ntar ditimpuk sama yang belum nonton. Hehe.

Yang jadi perhatian saya di sini adalah cara pengambilan gambarnya. Kadang kameranya terlihat goyang goyang, sudut sudut yang diambil pun kadang bergerak liar. Sengaja atau tidaknya saya gak tau, tapi lumayan bikin mata letih. Endingnya pun dibiarkan rada ngambang.
Menariknya adalah di sini kita akan melihat persetubuhan Sari dan Alek yang lumayan sering. Sensual. Nakal. Dan penuh keringat. Tara Basro sih sukses bikin saya ikut berkeringat.
Berkeringat saja gak cukup untuk bilang film ini bagus. Bagusnya karna ide cerita beda dengan film kebanyakan. Tapi setelah nonton rada nyesel juga. Sayang uangnya, karna tidak sebagus yang saya harapkan.

Apalagi kalo dibandingin dengan film Deadpool.
Wuihhh. Dari menit awal sampai ke menit terakhir menurut saya ini filmnya bagus bagus dan bagus banget.
Lucunya dapet banget. Tengilnya. Ceritanya. Semuanya komplit.
Dan saya bakalan bilang kalo Deadpool ini adalah film superhero paling favorit yang pernah dibikin Marvel.
Yang belum nonton bakalan rugi banget. Sumpah. Ini film sukses bikin saya dan penonton lain ikut bertepuk tangan saking gemesnya. Bad ass 😍

Review film bernuansa komunis – Senyap

image

Beberapa hari yang lalu saya akhirnya mendapatkan tautan resmi untuk mengunduh film Senyap karya Joshua Oppenheimer.

Beberapa waktu lalu juga sempat di pelbagai kota diadakan nonton bareng film ini, namun terpaksa harus dibubarkan oleh beberapa oknum atau organisasi massa yang tidak setuju film ini diputar.

Film ini bercerita tentang Adi, seorang oftometri yang menawarkan bantuan untuk memeriksa mata dan memberi kacamata gratis ke pada orang orang yang dianggapnya bertanggungjawab atas matinya kakaknya Ramli.
Kakaknya ini dibunuh dengan sadis sewaktu terjadi pemberontakan PKI pada tahun 1965.

Film ini sejenis film dokumenter atau mungkin semi dokumenter. Karna di beberapa bagian ada beberapa dialog yang sepertinya sudah dilatih, bukan tercetus pada saat itu juga. Atau memang film dokumenter harusnya seperti ini, kah?

Di film ini, Adi (sesuai arahan sutradara) terasa seperti menghakimi para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan kakaknya. Padahal di film ini tidak secara jelas kenapa kakaknya ini sampai ikut ditahan dan dibunuh. Apakah dia ikut organisasi pemberontak atau bukan?

Saya tidak akan membahas isi dari film ini terlalu banyak, tapi saya rasa sang sutradara (Joshua) terlalu ambisius. Sebelum film ini, terlebih dahulu ada Jagal yang merupakan karya Joshua juga.

Dari beberapa sumber yang saya baca termasuk wawancara Joshua dengan majalah Gatra, pemeran utama Jagal akan dijanjikan dibikinkan film tentang kisah ‘heroik’ tentang keberhasilan mereka dalam menumpas para komunis dan antek anteknya. Namun sampai pemutaran film Jagal, janji yang ada tidak ditepati. Karna kisah heroik namun bertentangan dengan HAM tidak dapat dibenarkan oleh sang sutradara.
Bahkan, pemain di film Jagal tidak diikutsertakan dalam pemutaran perdana film ini.

Dari sini saja sudah ada motif yang kurang bagus dari Joshua. Bukankah seharusnya film dokumenter itu jujur. Motif pembuatan film ini pun menjadi bias. Bukannya merekonsiliasi antara korban PKI dengan para penumpasnya, tetapi malah membuka luka lama menjadi semakin pedih.

Senyap menjadi kehilangan kendali. Yang ada hanya tuntutan dari Adi agar para pembunuh mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf.
Jujur saya juga ingin agar sejarah kelam di masa lalu bisa terbuka, bisa diketahui siapa dalang dari peristiwa pembunuhan dan kekerasan massal ke pada sejumlah orang yang dituduh komunis. Namun harus dengan cara yang jujur, berimbang dan tidak condong sebelah.

Meluruskan sejarah perlu waktu. Meluruskan sejarah perlu data dan detail yang lurus.
Bukan klaim sepihak bahkan masih mentah seperti yang ditampilkan di film ini.

Star Wars — secuil cerita

Mungkin kalo ada pertanyaan tentang apa beda star wars dan star trek, saya gak akan bisa jawab. Lah ini aja baru kemarin nonton film Star Wars eps.7 The Force Awakens.

Jadi sebelum sebelumnya memang belum pernah nonton serial ini 🙂 Nanti kapan kapan nyari filmnya yang dari episod satu sampe ke enam. Dan katanya nontonnya dari episod 4 5 6 dulu baru episod 1 2 dan 3 nya. Bener gak sih kayak gitu?

Walopun saya gak ngikutin serial film ini tapi saya terhibur kok. Walau rada bingung di awal dengan nama nama karakter di film ini. Jadi gak perlu nonton dari episod 1 juga bakalan ngerti lah dikit dikit isi ceritanya. Dikit tapiiiii, hehe.

Trus yang bikin gondok, itu kenapa aktor Indonesia– Iko uwais, dkk munculnya bentaran banget. 1 atau 2 menitan doang. Padahal sih kalo gak ada adegan kemunculan mereka juga gak begitu penting. Habisnya masa mereka dimakan monster gitu. Apa karna buat promosi film ini aja biar tambah heboh makanya ada cast dari Indonesianya. Secara penonton sini kan banyaknya minta ampun. Ya kalo mau heboh sih kenapa gak ngajakin Aliando dan Prilly dari sinetron GGS aja sih?

Tapi terlepas dari itu semua, ceritanya asik, adegan berantem pake lightsabernya oke, drama antara Han Solo dan anaknya juga oke. Walo ujungnya ngehek.
Eh tapi di cast ada nama pemeran si Lupita nyong’O. Nah temen temen ada yang liat gak di film dia bermain sebagai apa? Soalnya kayaknya saya gak ada liat, atau memang saya kelewat ya?

Liburan gratis ke New Zealand

Nih info buat yang mau liburan bareng keluarga selama seminggu ke New Zealand, gratisssss.

image
Link situsnya liat di capture-an

Syarat dan ketentuan liat di web langsung ya. Semoga saja kalian beruntung. Kalau saya kayaknya cuma penonton saja. Maklum ga punya banyak follower 😆
Pemenang ditentukan dari jumlah like dari postingan yang di share ke media sosial.

image