Dengarlah Nyanyian Angin by Haruki Murakami

image

Judul            : Dengarlah Nyanyian Angin
                        (Kaze No Uta O Kike)
Penulis         : Haruki Murakami
Penerjemah : Jonjon Johana
Tebal            : 147 halaman

Pertama kali mendengar nama Haruki Murakami lewat twitter para novelis Indonesia yang suka dengan karyanya, seperti Norwegian Wood dan terutama Kafka on The Shore.

“Tidak ada kalimat yang sempurna. Sama seperti tidak ada keputusasaan yang sempurna.” (hal.1)

Kalimat di atas menjadi pembuka novel Murakami ini. Dan novel ini adalah karyanya yang pertama saya baca.
Novel ini berkisah tentang tokoh Aku yang menghabiskan masa liburan musim panas bersama dengan sahabatnya, Nezumi. Dan pertemuan Aku dengan kekasihnya yang baru.

‘Aku’ yang merupakan tokoh utama dalam novel ini adalah pemuda biasa saja, seorang mahasiswa jurusan Biologi yang terobsesi dengan pengarang Amerika tidak terkenal bernama Derek Heartfield yang mati karena bunuh diri.

Sahabat ‘Aku’, Nezumi adalah pemuda kaya raya tapi membenci orang kaya.
” Kukatakan dengan tegas ya, aku membenci orang kaya karena mereka tidak memikirkan apapun. Jika tidak ada senter dan mistar, tak bakal bisa mereka menggaruk pantat sendiri.” (hal. 11).
Ia tidak suka membaca tapi bercita-cita untuk menulis novel tanpa ada adegan seks dan kematian di dalamnya.

Kekasih ‘Aku’ adalah gadis yang bekerja di sebuah toko musik kecil yang menjual piringan hitam, yang hanya punya empat jari di tangan kirinya. Gadis ini ditemukannya secara tak sengaja di kamar mandi Jay’s Bar  (tempat nongkrong favorit ‘Aku’ bersama sahabatnya Nezumi) karena mabuk berat.

Novel ini mengambil setting di musim panas tahun 1970-an dimana terjadi perbenturan nilai-nilai tradisional dan modern di Jepang. Murakami berhasil menggambarkan sosok anak muda Jepang anti kemapanan dimana rokok dan alkohol menjadi ciri yang menonjol dalam novel ini.

Secara keseluruhan saya sangat menikmati novel ini. Banyak referensi buku bagus dan musik bagus pada catatan kaki dalam novel ini. Bukan kebetulan, karena sebelum menjadi penulis, Murakami mempunyai bisnis club jazz. Cukup luangkan waktu satu sampai dua jam, maka novel ini akan segera selesai kalian lahap. Apalagi novel pertama Murakami ini memenangi Gunzo Literary Award tahun 1979.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s