Review film bernuansa komunis – Senyap

image

Beberapa hari yang lalu saya akhirnya mendapatkan tautan resmi untuk mengunduh film Senyap karya Joshua Oppenheimer.

Beberapa waktu lalu juga sempat di pelbagai kota diadakan nonton bareng film ini, namun terpaksa harus dibubarkan oleh beberapa oknum atau organisasi massa yang tidak setuju film ini diputar.

Film ini bercerita tentang Adi, seorang oftometri yang menawarkan bantuan untuk memeriksa mata dan memberi kacamata gratis ke pada orang orang yang dianggapnya bertanggungjawab atas matinya kakaknya Ramli.
Kakaknya ini dibunuh dengan sadis sewaktu terjadi pemberontakan PKI pada tahun 1965.

Film ini sejenis film dokumenter atau mungkin semi dokumenter. Karna di beberapa bagian ada beberapa dialog yang sepertinya sudah dilatih, bukan tercetus pada saat itu juga. Atau memang film dokumenter harusnya seperti ini, kah?

Di film ini, Adi (sesuai arahan sutradara) terasa seperti menghakimi para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan kakaknya. Padahal di film ini tidak secara jelas kenapa kakaknya ini sampai ikut ditahan dan dibunuh. Apakah dia ikut organisasi pemberontak atau bukan?

Saya tidak akan membahas isi dari film ini terlalu banyak, tapi saya rasa sang sutradara (Joshua) terlalu ambisius. Sebelum film ini, terlebih dahulu ada Jagal yang merupakan karya Joshua juga.

Dari beberapa sumber yang saya baca termasuk wawancara Joshua dengan majalah Gatra, pemeran utama Jagal akan dijanjikan dibikinkan film tentang kisah ‘heroik’ tentang keberhasilan mereka dalam menumpas para komunis dan antek anteknya. Namun sampai pemutaran film Jagal, janji yang ada tidak ditepati. Karna kisah heroik namun bertentangan dengan HAM tidak dapat dibenarkan oleh sang sutradara.
Bahkan, pemain di film Jagal tidak diikutsertakan dalam pemutaran perdana film ini.

Dari sini saja sudah ada motif yang kurang bagus dari Joshua. Bukankah seharusnya film dokumenter itu jujur. Motif pembuatan film ini pun menjadi bias. Bukannya merekonsiliasi antara korban PKI dengan para penumpasnya, tetapi malah membuka luka lama menjadi semakin pedih.

Senyap menjadi kehilangan kendali. Yang ada hanya tuntutan dari Adi agar para pembunuh mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf.
Jujur saya juga ingin agar sejarah kelam di masa lalu bisa terbuka, bisa diketahui siapa dalang dari peristiwa pembunuhan dan kekerasan massal ke pada sejumlah orang yang dituduh komunis. Namun harus dengan cara yang jujur, berimbang dan tidak condong sebelah.

Meluruskan sejarah perlu waktu. Meluruskan sejarah perlu data dan detail yang lurus.
Bukan klaim sepihak bahkan masih mentah seperti yang ditampilkan di film ini.

Iklan

14 thoughts on “Review film bernuansa komunis – Senyap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s