Trauma Operasi Gigi Geraham Bungsu (Odontektomi)

Halo semua, kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengalaman saya dalam menjalani operasi gigi geraham bungsu atau odontektomi di bulan September 2016 yang lalu.

Odontektomi menurut Archer adalah pengambilan gigi dengan prosedur bedah dengan pengangkatan mukoperiosteal flap dan membuang tulang yang ada di atas gigi dan juga tulang di sekitar akar bukal dengan chisel, bur atau rongeurs.

Untuk penjelasan lebih mendalam bisa diliat di sini

Kenapa sih gigi saya perlu dicabut dengan pembedahan? Karena eh karena gigi bungsu bawah saya dua duanya dalam posisi miring dan masih tertutup gusi (impaksi ). Jadi gigi saya itu cuma terlihat sedikit saja. Karena posisinya yang miring itu sisa sisa makanan yang tidak terjangkau oleh sikat gigi kemudian menimbulkan lubang yang tak terlihat.

Sebenarnya tumbuhnya gigi bungsu itu saja sudah bikin sakit apalagi ditambah dengan adanya lubang. Sakitnya itu luar biasa ditambah dengan demam dan kadang bengkak di leher. Maklum saja di gigi kita ini kan banyak syaraf syaraf kecilnya. Walaupun sudah meminum obat penahan nyeri dan antibiotik, namun nyerinya kadang hilang timbul bahkan bisa berhari hari. Karena sudah tidak tahan lagi dengan nyeri yang diderita akhirnya saya memutuskan konsul ke dokter gigi keluarga yang dikover BPJS. 

Waktu itu saya konsul dengan drg Emma Siregar, Sp.Perio dan setelah diperiksa saya dirujuk ke RSU Hassan Basry, Kandangan untuk melakukan foto rontgen panoramic untuk melihat bagaimana kondisi gigi saya secara utuh.

Besoknya ( 8 September 2016 ) saya langsung ke rumah sakit, setelah mengurus berkas berkas BPJS yang diperlukan dan lumayan antri, langsung menuju poli gigi. Di sana diberi pengantar untuk melakukan foto di bagian radiologi. Dan ini hasil foto panoramic gigi saya: 

Tampak kiri dan kanan gigi geraham bungsu saya tumbuhnya miring. Tapi yang bermasalah dan sering sakit adalah yang sebelah kiri.

Dari hasil foto tersebut kemudian saya dijadwalkan untuk odontektomi seminggu kemudian pada tanggal 14 September 2016.

Nah prosedur odontektomi inilah yang mau saya bahas. Mula mula gusi dan sekitar gigi yang mau dicabut disuntik anestesi lokal terlebih dahulu. Rasanya seperti digigit semut, sekitar 5 sampai 7 menit gusi dan lidah dan bagian pipi saya terasa kebas. Setelah itu drg Emma melakukan penyayatan di gusi yang menutupi gigi saya. Kemudian dilakukan pengeboran dengan menggunakan bur besar dan kecil. Jangan tanya bagaimana perasaan saya saat itu soalnya saya gugup banget melihat alat alat keluar masuk mulut saya. Ditambah dengan alat suction penyedot darah dan liur. Mulut saya terasa penuh darah. Setelah di bur sekian lama kemudian dokter mulai mencoba mencabutnya pakai tang. Tapi sia sia. Giginya tidak bergeming sedikitpun. Bur dilanjutkan lagi. Digoyang kiri dan kanan diutak atik dan coba lagi dicabut pakai tang, tapi tetap saja tidak berhasil. Pyuhhh. Saya tambah panik dan keluar keringat dingin. Gigi saya sudah terasa linu. Kepala saya sudah merasa sakit. Apalagi rahang saya yang menganga sekian lama. Oleh dokter kemudian ditambah lagi anestesinya. Diutak atik dan di bur lagi sekian lama. Tapi si gigi yang bandel belum ada tanda tanda mau tercabut. Akhirnya saya nyerah, melambaikan tangan dan bendera putih ke kamera eh ke dokternya karena badan saya sudah panas dingin. Gigi saya linunya minta ampun dan kepala saya juga tambah sakit. Saya liat jam tangan, sudah 1 jam tapi belum berhasil. Dokternya sebenarnya rada ngotot mau dilanjutkan karena sayang sudah sampai ke proses ini. Kata beliau perlu nunggu waktu berbulan bulan lagi sampai lukanya sembuh dan bisa dicabut lagi. Tapi saya juga  berkeras untuk menyerah dan minta operasinya dihentikan, maka dokter kemudian menjahit gusi saya sebanyak 3 jahitan.Dilanjutkan dengan menggigit tampon untuk menghentikan pendarahan.

 Setelah diresepkan obat minum dan obat kumur saya minta dijadwalkan untuk dirujuk ke dokter gigi spesialis bedah mulut saja agar odontektominya nanti bisa dibius total. Karena teman yang pernah odontektomi dengan dokter gigi spesialis bedah mulut di sini tindakannya dengan bius total tidak bius lokal. Penderitaan saya tidak berhenti sampai di sini karena penebusan resep di apotik rumah sakit lama sekali karena banyak pasien lain yang sudah antri terlebih dahulu. Hampir 2 jam menunggu akhirnya obat saya diserahkan. Setelah itu saya langsung pulang ke rumah, minum obat dan istirahat.

Besoknya saya ke rumah sakit lagi untuk konsul ke drg Irham Taufiqurrahman, Sp.BM. Sebelumnya ke loket BPJS dulu untuk minta jaminan konsul ke poli gigi. Di sini terjadi perdebatan yang lumayan lama karena pihak BPJS gak mau menerima berkas saya karena kemarin sudah ada tindakan operasi dan penebusan resep dll.Saya bilang kalau memang konsul saya hari ini tidak dikover BPJS maka saya akan konsul dengan biaya pribadi. Akhirnya mereka berunding dan pengantar untuk ke poli gigi berhasil saya dapatkan.

Alasan saya untuk konsul ke drg Irham pada hari ini karena beliau adalah dokter gigi spesialis bedah mulut yang jadwalnya hanya 2 kali dalam sebulan. Yaitu di hari Kamis minggu pertama dan minggu ketiga saja. Dan dari info yang saya dapatkan (mohon koreksi kalo info ini salah) beliau adalah satu satunya dokter spesialis bedah mulut di Kalimantan Selatan. Jadi jadwal beliau menyebar di beberapa rumah sakit di kota kota lain.

Sekitar jam 11 pagi akhirnya saya bisa konsul dengan beliau. Beliau bertanya tentang operasi kemarin dan menjelaskan panjang lebar tentang resiko odontektomi, apalagi dengan bius total. Saya juga menjelaskan kalau saya trauma dengan operasi yang tidak lancar kemarin. O iya beliau tidak mau melakukan odontektomi di poli gigi ini karena menurutnya tempatnya kurang nyaman dan lain lain dan sebagainya. Setelah konsul, gigi saya kemarin diperiksa dan dilakukan prosedur irigasi karena ada bengkak dan untuk menghindari adanya infeksi. Kemudian saya dijadwalkan untuk odontektomi dengan pembiusan total di kamar operasi 3 bulan lagi, pada tanggal 19 Januari 2017. Daftar tunggu yang lumayan panjang ya, hahaha. 

Bagaimana dengan kelanjutan cerita odontektomi saya? Akan saya tulis pada postingan selanjutnya, ya.

Iklan

8 thoughts on “Trauma Operasi Gigi Geraham Bungsu (Odontektomi)

  1. Aku ngebayangin penderitaan mu, aku sebulan merasakan gusi bengkak karena gigi graham udah hancur tapi ngak bisa di cabut karena ada tekanan darah tinggi. Dokter minta tekanan darah nya di turunin, dan sudah 1 tahun gw minum obat amlodipine untuk tekanan darah tapi ngak pernah berhasil turun jadi gigi ngak di cabut, cuman sudah ngak pernah merasa sakit atau pusing sejak minum obat itu

    1. Sukurlah kalo gak pernah sakit lagi, tapi kalo sdh mulai sakit mending sbaiknya dicabut. Setelah sakitnya reda dan tensinya turun. Pasti tu suka makan yang asin asin dan berlemak, makanya tensinya stabil tinggi mulu.

  2. Haduh sakit ya, emang lho, sakit gigi itu sakitnya nyebar ke mana-mana gi, aku dulu 2 kali cabut gigi gara-gara susunan gigi gak normal, agak bikin trauma sih, tapi pas nyabut enggak sakit cuma khawatir anestesinya habis dan merinding tiap kali lihat peralatannya keluar masuk mulut. 😀

  3. Halo, kebetulan tadi siang saya abis odontektomi kanan atas. Dan april tahun lalu, yang kiri bawah.
    Pengalaman pas pertama kali juga gitu, saya grogi liat alat keluar masuk mulut, pas giginya diutak atik (dicongkel kali ya, soalnya kepala sampai kedorong-dorong). Dan begitu efek biusnya habis juga saya langsung nangis kejer wkwkwk.

    Tapi tadi beda. Saya sama sekali ga ngeliatin lagi tindakan apa yang dilakuin ke gigi saya. Yup. Saya merem sepanjang jalan hahaha. Selain itu juga saya coba alihin perhatian ke hal lain. Saya minum obat sebelum efek bius habis, biar gak sakit2 amat gitu.

    Memang bener ya learning by doing itu.

    Btw, rupanya odon gigi yang terbenam, dengan yang udah ada munculan sedikit itu beda loh gan. Dulu saya kiri, benem gitu kaya agan. Ada lah sekitar 45 menitan. Eh tadi, masa ga sampai 10 menit gigi saya udah copot wkwkwk. (Pantes ini gigi dulu disuruh nunggu setahun lagi, maksudnya biar gampang kali ya itu dokter).

    Btw saya juga pake prosedur bpjs.

    Salam pejuang odon ya gan!

    /btw saya searching karena lupa apa aja pantangan paska odon hahaha masa tadi buka puasa juga makan gorengan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s