Beasiswa Tugas Belajar? Susah gak, sih!

Hallo semua, ada gak yang dulu sekolah atau kuliahnya dibiayai yayasan, institusi ataupun pemerintah baik daerah, provinsi atau pusat. 

Kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengajuan tugas belajar untuk kuliah alih jenis ke jenjang S 1. Waktu saya mendaftar tes pegawai negeri sipil (PNS) dulu saya lulusan D 3 keperawatan. Jadi cerita saya ini tepatnya untuk yang berstatus PNS khususnya yang berada di lingkup kesehatan. 

Sebenarnya sudah lama saya pengen ngelanjutin kuliah tapi terkendala dana dan terutama kesibukan saya sebagai bendahara. Jadi termasuk telat juga kalo mengajukan usulan untuk kuliah di usia yang sudah tidak muda lagi, hehe.

Tiap tahun sebenarnya Kementrian Kesehatan RI melalui Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan membuka penerimaan calon peserta tugas belajar yang akan dibiayai dengan sumber DIPA Kemenkes RI. Nah baru pada tahun ini saya mencoba peruntungan untuk mengajukan permohonan tugas belajar. Tugas belajar ini ada dua tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi dan seleksi akademik dari kampus pilihan kita. Tahapannya bisa dilihat di bawah ini:

Proses pengajuan usulan tugas belajar ini melalui proses berjenjang dan lumayan rumit. Apalagi saya baru baca infonya tanggal 26 Desember 2016 sedangkan terakhir pendaftaran online itu tanggal 5 Januari 2017. Setelah membaca surat edaran dari Kemenkes RI, surat edarannya bisa diunduh dari sini, saya langsung ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Hulu Sungai Selatan untuk berkonsultasi dengan bagian kepegawaian. Dari Dinkes kemudian saya diarahkan untuk ke kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) untuk bertanya lebih lanjut berkas berkas apa saja yang diperlukan. Ternyata ada 11 berkas yang harus saya siapkan demi mendapatkan selembar surat rekomendasi dari Kepala BKD dan Bupati. Surat rekomendasi ini merupakan salah satu syarat untuk mendaftar online. Di bawah ini persyaratan tugas belajar dan izin belajar dari BKD Kab. Hulu Sungai Selatan:

Keesokan harinya saya secara bertahap membikin berbagai surat rekomendasi dari pimpinan instansi tempat saya bekerja, surat rekomendasi ini harus disetujui oleh Kepala Dinkes. Setelah rekomendasi ini disetujui, bagian kepegawaian di Dinkes membuatkan surat pengantar dan rekomendasi yang ditujukan ke pada Kepala BKD. Rekomendasi ini kemudian dilampirkan bersama sama 10 berkas lainnya yang diperlukan dalam satu map. Setelah berkas lengkap barulah pihak BKD akan membikinkan surat rekomendasi dari Kepala BKD dan Bupati. Terlihat simpel tapi pengurusan ini memakan waktu yang lumayan, tapi untunglah pendaftaran online di web Kemenkes RI diperpanjang sampai tanggal 15 Januari 2017. Usulan saya sempat ditunda karena kalau saya melanjutkan kuliah dan lulus, siapa yang bakal mengganti posisi saya sebagai tenaga paramedis merangkap bendahara. Padahal setiap PNS yang mau sekolah atau kuliah itu kan hak kita. Masa harus kami yang mikir, huhu. Sempat pengen menyerah namun akhirnya usulan saya disetujui pimpinan dan kepala Dinkes.

Setelah rekomendasi dari kepala BKD didapatkan beberapa hari kemudian saya ke rumah sakit untuk membikin surat keterangan sehat dan surat keterangan bebas narkoba. Dua surat keterangan ini bersama berkas lain yang diminta sesuai edaran kemudian dijilid rapi sebanyak 2 rangkap dan dikirimkan ke panitia seleksi unit utama di Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan.

Sampai di sini berkas kemudian akan diseleksi secara berjenjang sesuai jadwal dan hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada bulan Maret 2017. Terakhir saya mengecek web tubel Kemenkes RI ada 2400 lebih pelamar yang sudah melengkapi data dan mendaftar online. 

Setelah seleksi administrasi selesai dan dinyatakan lulus, saya akan mendaftar di kampus tujuan yaitu Universitas Brawijaya, Malang dan mengikuti seleksi akademik dan wawancara di sana. Doakan saya, ya teman teman. Agar saya lulus seleksi administrasi dan lulus seleksi akademik, sehingga impian dan perjuangan saya  melanjutkan kuliah pada tahun ini dengan biaya dari DIPA Kemenkes RI akan terkabulkan dan terlaksana. Aamiin. 

Iklan