Odontektomi yang kedua

Assalamualaikum, 

Kali ini mau ngelanjutin cerita tentang odontektomi lagi. Bagi yang belum baca cerita pertama bisa dilihat di  halaman ini

Setelah nunggu beberapa bulan, pada Desember 2016 saya memutuskan untuk konsul ke dokter gigi lain di Banjarbaru. Tepatnya ke klinik drg. Alexander Sitepu. Kenapa ke sini karna saya pernah baca di salah satu blog orang kalo odontektomi di drg Alex ini tidak sakit, prosesnya pun cepat. Setelah konsul saya dijadwalkan untuk operasi pada tanggal 24 Desember. Namun sehari sebelum jadwal, saya minta ditunda soalnya masih kerja dan belum balik ke Banjarbaru.

Karna kesibukan dan mesti ngerjakan laporan akhir tahun, saya mulai melupakan untuk operasi. Namun sekitar tanggal 15 Januari 2017 gigi saya sakit minta ampun. Sudah beli obat penahan nyeri- Cataflam dan Cataflam fast tapi nyerinya cuma hilang sebentar. Keesokannya tetap sakit lagi. Akhirnya saya menjadwalkan untuk odontektomi pada tanggal 21 Januari 2017.

Tanggal 21 Januari tepat jam 3 sore saya sudah sampai klinik dan ternyata dapat antrian ke empat. Lumayan lah nunggu hampir 1 jam baru masuk ke ruangan.

Dalam ruangan, drg Alex menjelaskan tentang prosedur operasinya dengan detil. Setelah itu saya diminta menandatangani surat persetujuan dilakukan tindakan operasi, istilahnya sih lembar inform consent.

Saya kemudian duduk di kursi periksa dan ditanyai apakah pernah ada alergi obat atau makanan laut yang saya jawab sepertinya pernah alergi obat golongan antibiotik jenis tertentu. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dokter kemudian menyuntikkan sebagian obat ke tangan saya dan ditunggu selama 3 menit (skin test). Kalau tangan saya berbintik bintik merah ataupun merasa gatal maka kemungkinan suntik bius atau anestesinya akan diganti. Setelah tidak ada tanda alergi, saya disuruh membuka mulut secara lebar tapi jangan terlalu kaku. Bagian yang akan disuntik kemudian disterilkan dengan kapas yang diberi obat merah kemudian gusi dan sekitar gigi yang akan dicabut diberi suntikan anestesi sebanyak 2 atau 3 titik lokasi berbeda.

Anestesinya didiamkan selama 7 sampai 10 menit, dan setelah mulut dan lidah saya terasa kebas dimulailah proses pembelahan gusi. Setelah gusi dibelah, dokter menggunakan bur besar lalu bur kecil secara bergantian. Anehnya darah yang keluar dan disedot dari selang suction tidak terlalu banyak. Bahkan mulut saya tidak terasa penuh. Dari bur kecil kemudian dokter menggunakan bend untuk mulai mengungkit gigi. Karna masih keras kembali dilakukan pengeboran. Setelah dirasa cukup kemudian dokternya bilang kalau giginya akan dicoba ditarik pakai tang. Mungkin akan sedikit terasa tapi tidak sakit. Dan benar saja setelah digoyang kiri dan kanan akhirnya si gigi bungsu keluar juga. Alhamdulillah…

Setelah itu gusi saya mendapatkan 3 jahitan dan disuruh untuk menggigit tampon selama sejam. Selain itu saya diberi kertas petunjuk paska operasi gigi. Saya sangat bersyukur odontektomi di drg Alex ini sangat mudah dan tidak terasa sakit. Prosesnya pun cuma 20 menitan dari awal saya masuk ruangan sampai bayar di kasir. Sedihnya biayanya lumayan mahal walaupun saya sudah diberi tahu rincian biaya pas konsul pertama kali. Maklum saja klinik gigi pa Alex tidak mengcover pembiayaan dengan BPJS hehe. O iya, untuk lepas jahitan dijadwalkan seminggu lagi atau ketika lukanya sudah mengering. Doakan bekas operasi saya tidak ada masalah, ya. Dan gigi saya tidak akan sakit lagi.

Nih rincian biaya odontektomi saya:           Konsultasi awal: 100 ribu                               Biaya Odontektomi: 2 juta                             Resep obat: 326 ribu

Jadi buat teman teman yang gigi bungsunya bermasalah dan perlu dilakukan odontektomi tak perlu takut, ya. Intinya kita mesti pinter pinter nyari info dan rekomendasi dokter gigi yang berpengalaman. Kalau perlu nyabutnya di  dokter gigi spesialis bedah mulut.

Saya yang pernah trauma aja akhirnya berani odontektomi. Masa kalian gak 😊